Esai

Aktivis dan Kedisiplinan Terhadap Waktu

Tugas mulia dari seorang intelektual progresif adalah menjadi aktivis. Mengapa begitu? dengan menjadi aktivis, seorang intelektual tidak saja, secara konkret, memposisikan diri sebagai penentang sistem yang menindas, tetapi dia, tentu saja, memposisikan diri pula sebagai intelektual yang berpihak kepada kepentingan kaum yang tertindas. Jika, kemuliaan diartikan dengan kehormatan, maka kaum intelektual yang turun bersama rakyat, melakukan perlawanan terhadap sistem yang menindas, adalah kaum yang terhormat. Menarik kiranya untuk memberikan catatan terhadap fenomena kemunculan kaum intelektual progresif, yang kemudian mengukuhkan diri menjadi aktivis. Catatan, yang akan mengingatkan orang pada genealogi dari…

Read More
Puisi

PUISI: Jeritan Perempuan yang Melawan

(1) Pernahkah sejenak kau berdiam diri, Memandang lekat diri, Menelisik setiap bagian dari dirimu, yang kelihatan dan tak terlihat secara teliti? . Bagaimana cara menata rambutmu, sudahkah sesuai keinginanmu? Pakaian yang kau kenakan, sudahkah nyaman untukmu? Riasan wajah yang menempel di permukaan kulitmu, apa benar yang kau sukai? Sepatu yang kau kenakan, tidak menyakiti kakimu? Kau menyukainya dan membutuhkannya? Pekerjaanmu saat ini, benarkah panggilan dari hatimu dan kau menikmatinya? Atau setiap hari kau sesungguhnya tersiksa bukan main, seperti mayat hidup di tempat kerja, tapi “mau bagaimana lagi”?. Caramu bertutur kata,…

Read More