Puisi

PUISI: Martir Perlawanan

Martir Melawan Kazaliman 26 tahun yang lalu, jasadnya ditemukan tak bernyawa. Tubuhnya penuh luka lebam. Dagu, lengan dan pahanya memar dan lecet. Tidak hanya itu, hymen-nya pun robek Darah yang dipaksa tergerus dari tubuhnya pun tidak sedikit jumlahnya. Memilukan. Sungguh tragis dan sadis. Mengoyak-ngoyak hati nurani (bagi yang masih memilikinya). Marsinah. Ya… Namanya Marsinah. Singkat, sesingkat umur nafas melekat di tubuhnya. Meninggal bukan karena sakit penyakit, Atau mungkin kecelakaan saat menyeberang jalan. Bukan! Bukan! Bukan karena itu. Ia meregang nyawa karena melawan. Ia dipaksa menghembuskan nafas terakhirnya karena tidak mau diam,…

Read More
Puisi

PUISI: Jeritan Perempuan yang Melawan

(1) Pernahkah sejenak kau berdiam diri, Memandang lekat diri, Menelisik setiap bagian dari dirimu, yang kelihatan dan tak terlihat secara teliti? . Bagaimana cara menata rambutmu, sudahkah sesuai keinginanmu? Pakaian yang kau kenakan, sudahkah nyaman untukmu? Riasan wajah yang menempel di permukaan kulitmu, apa benar yang kau sukai? Sepatu yang kau kenakan, tidak menyakiti kakimu? Kau menyukainya dan membutuhkannya? Pekerjaanmu saat ini, benarkah panggilan dari hatimu dan kau menikmatinya? Atau setiap hari kau sesungguhnya tersiksa bukan main, seperti mayat hidup di tempat kerja, tapi “mau bagaimana lagi”?. Caramu bertutur kata,…

Read More
× Ada yang bisa kami bantu?