Esai

Polemik Konsepsi tentang Desa di Jawa dan Kapitalisme

Indonesia biasanya dikelompokkan sebagai negara berkembang karena perekonomiannya sebagian besar masih agraris. Seiring dengan anggapan tersebut, muncul dikotomi antara desa dan kota. Desa adalah representasi dari suatu wilayah yang terdiri dari community bukan society (Soemardjan, 1981: 5). Community ini dimaksudkan sebagai kumpulan warga dengan frekuensi interaksi yang tinggi. Ciri lain mengenai desa misalnya karena masyarakatnya masih tradisional, dengan kata lain tidak modern. Dari sini saya melihat bahwa ada suatu imaji mengenai desa yang melekat sangat kuat dalam masyarakat Indonesia. Adanya desa hampir selalu dikontraskan dengan kota. Terlebih lagi dalam era…

Read More
Esai

Kontrol Moralitas atas Agama

Diskursus seputar moralitas dan agama telah dimulai oleh para filsuf dunia sejak ratusan abad yang lalu. Dalam hubungannya dengan moralitas, Sokrates misalnya, merupakan filsuf pertama yang menegaskan bahwa hidup moral menjadi sebuah indikasi bagi hidup berdasarkan kodrat manusia. Perhatian para filsuf terhadap tema-tema seputar moralitas dan agama secara implisit menunjukkan perhatiannya terhadap kehidupan manusia. Manusia sebagai subjek atau pelaku di tengah dunia tentunya menjadi fokus perhatian para filsuf dalam usaha menata wajah dunia yang humanis dan penuh damai. Tak dapat dimungkiri bahwa pembicaraan seputar moralitas dan agama di antara para…

Read More
Esai

Post-Truth dan Cara Kerja Kebohongan menjadi Kebenaran

Hoax (berita bohong atau palsu), telah berkembang pesat di Indonesia, apalagi ketika mulai memasuki tahun-tahun pemilihan presiden. Semua lontaran ujaran hingga pernyataan bohong seperti peluru yang terus dibrondongkan. Hal utama dari itu adalah untuk mendapatkan pengaruh hingga kuasa. Para pembuat hoax menggunakan media sosial (karena banyak masyarakat yang menggunakannya) sebagai medium untuk menggiring opini publik agar percaya apa yang dikatakan. Public Figure di media sosial bisa dengan gampang menggiring publik menuju opini bebas yang sekonyong-konyong tampak masuk akal hingga dipercaya sebagai kebenaran. Kita bisa melihat itu dari “kehebohan-kebohongan” yang dibuat…

Read More
Esai

Militerisme dan Kepentingan Kelas dalam Pendidikan Bela Negara di IPB

Ada Hantu di IPB, Hantu Militerisme! Pada tahun ajaran baru, Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan kegiatan Masa Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB). Kegiatan itu, diselenggarakan pada 3—9 Agustus 2019. Agenda utama dalam kegiatan itu, tidak hanya mengenalkan IPB kepada mahasiswa baru, tetapi juga, tujuan paling utama dari yang utama, menanamkan semangat bela negara. Materi penting bela negara yang diberikan kepada para mahasiswa tersebut terdiri dari empat materi. Materi pertama, Pendidikan Pancasila. Kedua, Bhineka Tunggal Ika. Ketiga, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keempat, Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45).[1] Hal yang cukup…

Read More
Esai

Kiri, Komunis, dan Razia Buku

Komunis merupakan bagian dari apa yang disebut sebagai ideologi kiri. Sementara PKI (Partai Komunis Indonesia) adalah partai dengan ideologi komunis. Tapi tidak semua yang “kiri” itu komunis atau PKI. Akan tetapi banyak masyarakat yang tidak tahu tentang kondisi itu. Apalagi ketika sejak kecil, mereka diberi imajinasi ketakutan terhadap hal itu. Sehingga ada fobia terhadap hal-hal yang berbau kiri, komunis, PKI, dan buku-buku kiri yang menyertai. Baru-baru ini, kelompok masyarakat yang menamai diri mereka Brigade Muslim Indonesia menyisir buku-buku kiri di toko Gramedia Makassar. Mereka kemudian berupaya agar buku tersebut tidak…

Read More
Esai

Memahami Moralitas Manusia Bersama Leon Trotsky

Moralitas selama ini, oleh kaum beragama, dianggap bersumber dari Tuhan, bukan dari hasil produksi hubungan antarmanusia, hubungan yang merefleksikan basis materil yang bernama kekuatan produksi. Dengan perkataan lain, moralitas hanya dianggap sebagai sesembahan umat manusia tanpa merefleksikannya dengan kondisi sosial. Karena moralitas dianggap berasal dari Tuhan, maka konsekuensinya adalah: moralitas yang digunakan oleh manusia untuk menilai baik dan buruknya suatu perilaku atau perbuatan disandarkan pada dalih “amanat” dari Tuhan. Pada saat gerombolan kaum beragama yang diperalat oleh kepentingan modal menyerang ruang-ruang demokrasi, mereka dengan entengnya berteriak, “Allahuakbar! Bubarkan, hancurkan, remukkan…

Read More
Esai

Hubungan Antara Membaca dan Menulis

Membaca dan menulis adalah dua kegiatan yang saling berkaitan antarsatu sama lain. Bahkan dengan tegas aku katakan, “Kedua kegiatan itu tidak dapat diceraiberaikan!” Kegiatan membaca adalah kegiatan menghimpun ilmu di dalam kepala. Dan, ketika ilmu sudah terhimpun, si pembaca akan memiliki kemampuan memunculkan ide. Nah, ide inilah yang kemudian diekspresikan dalam bentuk tulisan. Sedangkan tulisan dapat muncul, tentu saja, karena adanya kegiatan menulis. Menulis adalah kegiatan mempraktikan cinta. Hakikat cinta, dari sudut pandang Marxian, adalah kegiatan mencurahkan apa yang kita miliki kepada sesuatu atau orang yang kita cintai, sehingga dengan…

Read More
Esai

Multikulturalisme dan Citizenship: Membaca Kerentanan Demokrasi di Indonesia

Orde Baru (Orba) merupakan sebuah era di mana rezim yang berkuasa berusaha mereduksi faktum pluralitas ke dalam sebuah format yang ajek. Teknik mengharmonisasikan suatu realitas yang plural tersebut meninggalkan jejak hitam dalam sejarah yang dalam bahasanya penyair sekaligus budayawan Goenawan Mohammad dipandang sebagai sebuah keteledoran kolektif di mana sejarah selalu dilihat sebagai grup ‘angkatan’[2]. Hubungan mereka hanya dirumuskan sebagai ‘pewarisan’ (positif), atau ‘gap’, ‘jurang pemisah’ (negatif). Ekspresi dalam bentuk sederhana maupun kompleks bercorak ekspansi gerakan primordial ataupun sektarianisme dapat lahir secara intensif dalam kondisi tersebut tanpa mempertimbangkan lagi status falsafah…

Read More
Esai

Bahaya Gangguan Stres Pasca Pemilu: Analisis Psikologi

Tanggal 17 April 2019 yang lalu, Indonesia melaksanakan agenda demokrasi lima tahunan yakni pesta demokrasi yang dilakukan serentak untuk memilih calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) serta calon anggota legislatif (Caleg). Pesta akbar demokrasi ini kemudian menjadi berwarna karena ditaburi dengan beragam gambar Capres-Cawapres dan Caleg di berbagai sudut kota. Para calon pemimpin dan wakil rakyat ini mulai rajin mendatangi berbagai kegiatan masyarakat  mulai  dari  acara  non-formal sampai  pada  acara  formal dengan  tujuan agar  lebih  dikenal  oleh  masyarakat dan berharap agar dapat  dipilih. Suhu politik semakin meningkat dengan…

Read More
Esai

Marxisme dan Kerusakan Alam: Sanggahan Terhadap Teori Malthus

Kerusakan alam, menurut Malthus, disebabkan oleh terjadinya ledakan jumlah penduduk. Menurutnya, pertumbuhan penduduk bergerak secara geometrik (1, 4, 7, 12, 18, …), sedangkan pertumbuhan alam bergerak dalam deret ukur aritmatika (1, 2, 3 ,4 ,5, …). Pertumbuhan yang berbeda di antara keduanya menyebabkan terjadinya kerusakan alam. Manusia dari waktu ke waktu semakin membludak (tumbuh banyak secara kuantitatif) semakin ketat dan ganas pula dalam dalam persaingan memperebutkan dan mengeksploitasi sumber-sumber kehidupan yang disediakan oleh alam. Hal itu membuat alam dengan keterbatasannya untuk menyediakan kebutuhan manusia terus dikuras hingga tandas, sehingga dari…

Read More
× Ada yang bisa kami bantu?