Esai

Jangan Tertinggal di Jagad Maya: Fenomena Fear of Missing Out Bagi Pecandu Media Sosial

Internet merupakan salah satu bentuk evolusi perkembangan komunikasi dan teknologi yang sangat berpengaruh pada kehidupan manusia saat ini. Salah satu akibat adanya internet adalah perubahan signifikan dalam pola interaksi sosial primer antar individu. Percakapan konvensional seperti tatap muka telah digantikan peranannya dengan internet message, video call dan social media. Hal ini dimungkinkan karena kekurangan-kekurangan yang dimiliki komunikasi konvensional seperti jarak dan waktu yang kemudian dapat ditutupi oleh internet (Hampton, Lauren, & Eun, 2011). Kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh internet secara tidak langsung menyebabkan seseorang memiliki tingkat ketergantungan cukup tinggi terhadap internet…

Read More
Esai

Hari Perempuan Internasional & Perjuangan Proletariat

Apa itu ‘Hari Perempuan’? Apakah ini benar-benar perlu? Bukankah ini merupakan sebuah konsesi bagi kaum perempuan dari kelas borjuis, bagi kaum feminis dan Suffragette? Apakah itu tidak merusak persatuan gerakan buruh? Pertanyaan-pertanyaan semacam itu masih dapat didengar di Rusia, meskipun tidak lagi terdengar di luar negeri. Hidup itu sendiri telah memberikan jawaban yang jelas dan fasih atasnya. ‘Hari Perempuan’ adalah mata rantai dalam rantai panjang dan solid gerakan perempuan proletar. Pasukan terorganisir dari perempuan pekerja tumbuh setiap tahun. Dua puluh tahun lalu serikat buruh hanya berisi kelompok-kelompok kecil perempuan pekerja…

Read More
Esai

Pendidikan Alternatif sebagai Alat Pembebasan

Pendidikan merupakan hal yang penting bagi manusia karena ada proses belajar dari tidak tahu menjadi tahu. Embrio kesadaran seseorang atau kelompok diawali dari adanya pembelajaran baik didapatkan dari pengalaman maupun proses belajar secara formal (misalnya di Sekolah Formal). Akan tetapi ada hal lain dalam proses pendidikan itu, yaitu pendidikan alternatif. Pendidikan alternatif memberi ruang bagi masyarakat untuk belajar dan tidak terkurung dengan pengetahuan dalam aturan akademik yang bersifat linear. Pendidikan alternatif juga diarahkan dengan metode yang berbeda dengan pendidikan formal. Sumber pengetahuan dari masyarakat seringkali diabaikan dalam pendidikan formal. Pendidikan…

Read More
Esai

Membudayakan Membaca, Melawan Sesat Pikir

Berbicara tentang dunia pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kata literasi. Literasi dalam pengertian yang sederhana dapat diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis. Di Indonesia budaya membaca dan menulis masih sangatlah minim. Data UNESCO menunjukan bahwa minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001%. Artinya, dari 1000 orang Indonesia, hanya 1 orang yang memiliki minat membaca. Sedangkan Duta Baca Indonesia Najwa Shihab memaparkan bahwa rata-rata masyarakat Indonesia hanya membaca 1 buku per tahun dan itu pun belum tentu buku yang bermanfaat. Padahal pendidikan dan kemampuan literasi adalah hal yang begitu penting dalam perkembangan…

Read More
Esai

Berhentilah Berbicara Tentang Kudeta

Ini benar-benar sangat sederhana: Amerika Serikat (AS) sama sekali tidak memiliki hak untuk ikut campur dalam urusan Venezuela, dengan cara, wujud, atau bentuk apa pun. Tanda dari era Donald Trump (Presiden AS) adalah pelukan terbuka terhadap gagasan dan praktik yang telah lama menjadi marwah politik AS, setidaknya dalam beberapa dekade terakhir mereka sering menolaknya atau didiskusikan dengan berbisik-bisik dan sedikit malu-malu. Begitu pula dengan supremasi kulit putih, kebrutalan polisi, dan sekarang, kudeta militer di Amerika Latin. Venezuela adalah target utama dari pendiskusian perubahan rezim saat ini. Tidak seperti dukungan di…

Read More
Esai

Aktivis dan Kedisiplinan Terhadap Waktu

Tugas mulia dari seorang intelektual progresif adalah menjadi aktivis. Mengapa begitu? dengan menjadi aktivis, seorang intelektual tidak saja, secara konkret, memposisikan diri sebagai penentang sistem yang menindas, tetapi dia, tentu saja, memposisikan diri pula sebagai intelektual yang berpihak kepada kepentingan kaum yang tertindas. Jika, kemuliaan diartikan dengan kehormatan, maka kaum intelektual yang turun bersama rakyat, melakukan perlawanan terhadap sistem yang menindas, adalah kaum yang terhormat. Menarik kiranya untuk memberikan catatan terhadap fenomena kemunculan kaum intelektual progresif, yang kemudian mengukuhkan diri menjadi aktivis. Catatan, yang akan mengingatkan orang pada genealogi dari…

Read More
Esai

Memahami Arti Cinta Bersama Erich Fromm

Erich Fromm, seorang psikoanalisis neo-Marxis dari mazhab frankfrut-Jerman, di dalam buku yang ditulisnya, “Escape From Freedom” (Lari dari Kebebasan), mengatakan kalau sebagian dari kita sesungguhnya tengah terperangkap dalam pasungan zaman modern. Tidak hanya itu saja, pengkritik Sigmund Freud dan perekonstruksi pemikiran Marx itu, mengatakan bahwa sebagian dari kita, dinilai secara eksistensialis, tengah tidak mampu menjawab problem keteralienasian ( keadaan terasing). Dia juga mengatakan, sebagian orang telah gagal mengatasi keterasingannya, hingga pada gilirannya dia lari dari kebebasan yang diberikan oleh alam kepadanya. Kebohongan, kemunafikan, dan segala bentuk kedurjanaan sebenarnya—mengutip apa yang…

Read More
Esai

Goenawan Mohamad vs Pram: Saya Bukan Mandela

Surat Terbuka untuk Pramoedya Ananta Toer* oleh: Goenawan Mohamad Seandainya ada Mandela di sini. Bung Pram, saya sering mengatakan itu, dan mungkin mulai membuat orang jemu. Tapi Mandela, di Afrika Selatan, menyelamatkan manusia dari abad ke-20. Tiap zaman punya gilanya sendiri. Abad ke-20 adalah zaman rencana besar dengan pembinasaan besar. Hitler membunuh jutaan Yahudi karena Jerman harus jadi awal Eropa yang bersih dari ras yang tak dikehendaki. Stalin dan Mao dan Pol Pot membinasakan sekian juta “kontrarevolusioner” karena sosialisme harus berdiri. Kemudian Orde Baru: rezim ini membersihkan sekian juta penduduk…

Read More
Esai

“Sepuluh Perintah kepada Penulis Muda” oleh Carlos Fuentes

Perintah Pertama: Disiplin Buku tidak menulis dirinya sendiri. Juga tidak digodok dalam komite. Menulis adalah aksi seorang diri yang kadang menakutkan. Seperti memasuki terowongan tanpa tahu adakah cahaya di ujungnya, atau bahkan apakah ujungnya itu memang ada. Aku ingat sewaktu muda menghabiskan banyak akhir pekan di Cuernavaca, sebuah kota tropis di Meksiko, bersama penulis Alfonso Reyes, yang oleh Borges dijuluki sebagai prosais berbahasa Spanyol terbaik sepanjang abad ke-20. Reyes berumur hampir tujuh puluh tahun, sementara aku baru tujuh belas, dan kadang aku pulang dari pesta-pesta pukul lima pagi dan melihat…

Read More
Esai

Menulis Sebagai Laku Pengharapan

Dalam setiap wawancara selama beberapa tahun belakangan ini kudapati adanya dua pertanyaan yang memaksaku merumuskan diri baik sebagai penulis maupun manusia: mengapa aku menulis? Dan, untuk siapa aku menulis? Malam ini akan kucoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Pada 1981, di Caracas, kupasang selembar kertas di mesin tik dan menulis kalimat pertama La casa de los espíritus (Rumah Arwah): “Barrabás tiba di keluarga kami lewat laut.” Pada waktu itu aku tak tahu mengapa aku melakukannya, atau untuk siapa. Malah aku mengira takkan ada orang yang bakal membacanya selain ibuku, yang membaca apa…

Read More