Esai

Multikulturalisme dan Citizenship: Membaca Kerentanan Demokrasi di Indonesia

Orde Baru (Orba) merupakan sebuah era di mana rezim yang berkuasa berusaha mereduksi faktum pluralitas ke dalam sebuah format yang ajek. Teknik mengharmonisasikan suatu realitas yang plural tersebut meninggalkan jejak hitam dalam sejarah yang dalam bahasanya penyair sekaligus budayawan Goenawan Mohammad dipandang sebagai sebuah keteledoran kolektif di mana sejarah selalu dilihat sebagai grup ‘angkatan’[2]. Hubungan mereka hanya dirumuskan sebagai ‘pewarisan’ (positif), atau ‘gap’, ‘jurang pemisah’ (negatif). Ekspresi dalam bentuk sederhana maupun kompleks bercorak ekspansi gerakan primordial ataupun sektarianisme dapat lahir secara intensif dalam kondisi tersebut tanpa mempertimbangkan lagi status falsafah…

Read More
Esai

Bahaya Gangguan Stres Pasca Pemilu: Analisis Psikologi

Tanggal 17 April 2019 yang lalu, Indonesia melaksanakan agenda demokrasi lima tahunan yakni pesta demokrasi yang dilakukan serentak untuk memilih calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) serta calon anggota legislatif (Caleg). Pesta akbar demokrasi ini kemudian menjadi berwarna karena ditaburi dengan beragam gambar Capres-Cawapres dan Caleg di berbagai sudut kota. Para calon pemimpin dan wakil rakyat ini mulai rajin mendatangi berbagai kegiatan masyarakat  mulai  dari  acara  non-formal sampai  pada  acara  formal dengan  tujuan agar  lebih  dikenal  oleh  masyarakat dan berharap agar dapat  dipilih. Suhu politik semakin meningkat dengan…

Read More
Esai

Marxisme dan Kerusakan Alam: Sanggahan Terhadap Teori Malthus

Kerusakan alam, menurut Malthus, disebabkan oleh terjadinya ledakan jumlah penduduk. Menurutnya, pertumbuhan penduduk bergerak secara geometrik (1, 4, 7, 12, 18, …), sedangkan pertumbuhan alam bergerak dalam deret ukur aritmatika (1, 2, 3 ,4 ,5, …). Pertumbuhan yang berbeda di antara keduanya menyebabkan terjadinya kerusakan alam. Manusia dari waktu ke waktu semakin membludak (tumbuh banyak secara kuantitatif) semakin ketat dan ganas pula dalam dalam persaingan memperebutkan dan mengeksploitasi sumber-sumber kehidupan yang disediakan oleh alam. Hal itu membuat alam dengan keterbatasannya untuk menyediakan kebutuhan manusia terus dikuras hingga tandas, sehingga dari…

Read More
Esai

Agama dan Komunisme Tidak Bertentangan, Namun dapat Berdampingan

Komunisme merupakan salah satu ideologi yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah perkembangan dunia. Hampir separuh dunia pernah menganut ideologi ini dengan cita-cita mencapai masyarakat yang adil dan sejahtera. Namun menurut narasi sejarah Orde Baru (Orba), seringkali dikatakan bahwa komunisme adalah atheis, anti-agama, dan tidak manusiawi. Namun, benarkah demikian? Uni Soviet yang merupakan sebuah negara berideologi komunis pertama di dunia yang terbentuk melalui revolusi Oktober 1917, bukannya melarang atau merepresi kaum beragama (seperti propaganda Orde Baru) namun memberikan kebebasan terhadap rakyatnya untuk menganut agama sesuai dengan kepercayaannya masing-masing (Efanov, 2018). Banyak…

Read More
Esai

Menjual Kemiskinan Sebagai Tontonan

Miskin atau pra sejahtera jelas bukan sebuah cita-cita terlebih sebagai tujuan hidup. Melihat rentetan iklan serta sinema yang menampilkan sekat tebal antara kaya dan miskin tentu kaya lebih menggoda serta menggiurkan. Fantasi kehidupan di sinetron tentang lelaki kaya jatuh cinta kepada perempuan miskin terlepas dari alur cerita yang sudah dapat ditebak menyiratkan lebih ditonjolkannya hasrat untuk menjadi kaya. Begitu juga si Kaya yang baik hati ataupun jahat juga melawan karakter si miskin hampir menjadi hiasan ajeg di Televisi. Karakter kaya berarti memiliki sedangkan miskin tidak memiliki. Singkatnya dalam Televisi Indonesia…

Read More
Esai

Jangan Tertinggal di Jagad Maya: Fenomena Fear of Missing Out Bagi Pecandu Media Sosial

Internet merupakan salah satu bentuk evolusi perkembangan komunikasi dan teknologi yang sangat berpengaruh pada kehidupan manusia saat ini. Salah satu akibat adanya internet adalah perubahan signifikan dalam pola interaksi sosial primer antar individu. Percakapan konvensional seperti tatap muka telah digantikan peranannya dengan internet message, video call dan social media. Hal ini dimungkinkan karena kekurangan-kekurangan yang dimiliki komunikasi konvensional seperti jarak dan waktu yang kemudian dapat ditutupi oleh internet (Hampton, Lauren, & Eun, 2011). Kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh internet secara tidak langsung menyebabkan seseorang memiliki tingkat ketergantungan cukup tinggi terhadap internet…

Read More
Esai

Hari Perempuan Internasional & Perjuangan Proletariat

Apa itu ‘Hari Perempuan’? Apakah ini benar-benar perlu? Bukankah ini merupakan sebuah konsesi bagi kaum perempuan dari kelas borjuis, bagi kaum feminis dan Suffragette? Apakah itu tidak merusak persatuan gerakan buruh? Pertanyaan-pertanyaan semacam itu masih dapat didengar di Rusia, meskipun tidak lagi terdengar di luar negeri. Hidup itu sendiri telah memberikan jawaban yang jelas dan fasih atasnya. ‘Hari Perempuan’ adalah mata rantai dalam rantai panjang dan solid gerakan perempuan proletar. Pasukan terorganisir dari perempuan pekerja tumbuh setiap tahun. Dua puluh tahun lalu serikat buruh hanya berisi kelompok-kelompok kecil perempuan pekerja…

Read More
Esai

Pendidikan Alternatif sebagai Alat Pembebasan

Pendidikan merupakan hal yang penting bagi manusia karena ada proses belajar dari tidak tahu menjadi tahu. Embrio kesadaran seseorang atau kelompok diawali dari adanya pembelajaran baik didapatkan dari pengalaman maupun proses belajar secara formal (misalnya di Sekolah Formal). Akan tetapi ada hal lain dalam proses pendidikan itu, yaitu pendidikan alternatif. Pendidikan alternatif memberi ruang bagi masyarakat untuk belajar dan tidak terkurung dengan pengetahuan dalam aturan akademik yang bersifat linear. Pendidikan alternatif juga diarahkan dengan metode yang berbeda dengan pendidikan formal. Sumber pengetahuan dari masyarakat seringkali diabaikan dalam pendidikan formal. Pendidikan…

Read More
Esai

Membudayakan Membaca, Melawan Sesat Pikir

Berbicara tentang dunia pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kata literasi. Literasi dalam pengertian yang sederhana dapat diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis. Di Indonesia budaya membaca dan menulis masih sangatlah minim. Data UNESCO menunjukan bahwa minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001%. Artinya, dari 1000 orang Indonesia, hanya 1 orang yang memiliki minat membaca. Sedangkan Duta Baca Indonesia Najwa Shihab memaparkan bahwa rata-rata masyarakat Indonesia hanya membaca 1 buku per tahun dan itu pun belum tentu buku yang bermanfaat. Padahal pendidikan dan kemampuan literasi adalah hal yang begitu penting dalam perkembangan…

Read More
Esai

Berhentilah Berbicara Tentang Kudeta

Ini benar-benar sangat sederhana: Amerika Serikat (AS) sama sekali tidak memiliki hak untuk ikut campur dalam urusan Venezuela, dengan cara, wujud, atau bentuk apa pun. Tanda dari era Donald Trump (Presiden AS) adalah pelukan terbuka terhadap gagasan dan praktik yang telah lama menjadi marwah politik AS, setidaknya dalam beberapa dekade terakhir mereka sering menolaknya atau didiskusikan dengan berbisik-bisik dan sedikit malu-malu. Begitu pula dengan supremasi kulit putih, kebrutalan polisi, dan sekarang, kudeta militer di Amerika Latin. Venezuela adalah target utama dari pendiskusian perubahan rezim saat ini. Tidak seperti dukungan di…

Read More
× Ada yang bisa kami bantu?