Esai

Menjual Kemiskinan Sebagai Tontonan

Miskin atau pra sejahtera jelas bukan sebuah cita-cita terlebih sebagai tujuan hidup. Melihat rentetan iklan serta sinema yang menampilkan sekat tebal antara kaya dan miskin tentu kaya lebih menggoda serta menggiurkan. Fantasi kehidupan di sinetron tentang lelaki kaya jatuh cinta kepada perempuan miskin terlepas dari alur cerita yang sudah dapat ditebak menyiratkan lebih ditonjolkannya hasrat untuk menjadi kaya. Begitu juga si Kaya yang baik hati ataupun jahat juga melawan karakter si miskin hampir menjadi hiasan ajeg di Televisi. Karakter kaya berarti memiliki sedangkan miskin tidak memiliki. Singkatnya dalam Televisi Indonesia…

Read More
Esai

Berhentilah Berbicara Tentang Kudeta

Ini benar-benar sangat sederhana: Amerika Serikat (AS) sama sekali tidak memiliki hak untuk ikut campur dalam urusan Venezuela, dengan cara, wujud, atau bentuk apa pun. Tanda dari era Donald Trump (Presiden AS) adalah pelukan terbuka terhadap gagasan dan praktik yang telah lama menjadi marwah politik AS, setidaknya dalam beberapa dekade terakhir mereka sering menolaknya atau didiskusikan dengan berbisik-bisik dan sedikit malu-malu. Begitu pula dengan supremasi kulit putih, kebrutalan polisi, dan sekarang, kudeta militer di Amerika Latin. Venezuela adalah target utama dari pendiskusian perubahan rezim saat ini. Tidak seperti dukungan di…

Read More
Esai

Aktivis dan Kedisiplinan Terhadap Waktu

Tugas mulia dari seorang intelektual progresif adalah menjadi aktivis. Mengapa begitu? dengan menjadi aktivis, seorang intelektual tidak saja, secara konkret, memposisikan diri sebagai penentang sistem yang menindas, tetapi dia, tentu saja, memposisikan diri pula sebagai intelektual yang berpihak kepada kepentingan kaum yang tertindas. Jika, kemuliaan diartikan dengan kehormatan, maka kaum intelektual yang turun bersama rakyat, melakukan perlawanan terhadap sistem yang menindas, adalah kaum yang terhormat. Menarik kiranya untuk memberikan catatan terhadap fenomena kemunculan kaum intelektual progresif, yang kemudian mengukuhkan diri menjadi aktivis. Catatan, yang akan mengingatkan orang pada genealogi dari…

Read More
Ngaji Kapital

Teka-Teki Ayam-Telur & Duluan Mana Kapital atau Kapitalisme?

Anda pasti pernah mengetahui teka-teki legendaris tentang “duluan mana, ayam atau telur?”. Ingat, ini bukan teka-teki remeh temeh yang sekedar untuk menghabiskan waktu luang. Ini juga bukan pertanyaan yang berupaya dipecahkan sambil bercandaan karena klaim: tak ada jawaban. Itu karena kenyataan yang kita temui saat ini bahwa telur menetas menjadi ayam, sementara ayam akan bertelur, begitu seterusnya. Sehingga, sebenarnya apa yang datang paling awal? Telur atau ayam? Atau memang benar itu hanya pertanyaan bodoh untuk membuat kita bodoh? Tidak, sebagai seorang yang berpijak pada filsafat “materialisme dialektis”, maka dalam setiap…

Read More
Ideologi

Sosialisme & “Hak Asasi Hewan”: Kritik Terhadap Kaum Speciesist

KETIKA saya mendengar istilah “hak asasi hewan” dan “pembebasan hewan,” beberapa skenario yang cukup aneh muncul di kepala saya. Apakah singa gunung yang membunuh rusa memiliki hak untuk diadili oleh hakim dari rekan-rekannya? Haruskah sapi memiliki kebebasan berkumpul, berbicara, dan beragama? Apakah kucing saya akan terbebaskan jika saya membuangnya keluar dari rumah dan berhenti memberinya makan? Seorang aktivis hak asasi hewan mungkin menolak humor saya, tetapi ada titik untuk itu. Hewan non-manusia tidak memiliki atribut biologis dan fisik yang akan memungkinkan mereka untuk terlibat dalam kegiatan dan perilaku yang kita…

Read More
× Ada yang bisa kami bantu?