Oase

Surat untuk Mereka yang Menyalahkan Korban Kekerasan Seksual

Perjalanan di mobil travel antar provinsi, membuka lebar-lebar mata hati saya tentang peristiwa yang menimpa korban kekerasan seksual. Sebelumnya, saya sempat terlibat diskusi panjang dengan kawan-kawan dekat saya semasa duduk di bangku kuliah tentang kasus tragis yang menimpa korban kekerasan seksual seperti yang dialami oleh Agni. “bukannya saya tidak berempati, tapi…” menjadi kalimat pembuka yang sering kudengar dan menyimpan paradoks. Kalimat itu seolah-olah menunjukan rasa belas kasih terhadap penyintas kekerasan seksual. Mengapa seolah? Karena di belakang kata “tapi” masih banyak sekali kata yang justru berujung menyudutkan penyitas. Kalimat pembuka itu…

Read More
Puisi

PUISI: Jeritan Perempuan yang Melawan

(1) Pernahkah sejenak kau berdiam diri, Memandang lekat diri, Menelisik setiap bagian dari dirimu, yang kelihatan dan tak terlihat secara teliti? . Bagaimana cara menata rambutmu, sudahkah sesuai keinginanmu? Pakaian yang kau kenakan, sudahkah nyaman untukmu? Riasan wajah yang menempel di permukaan kulitmu, apa benar yang kau sukai? Sepatu yang kau kenakan, tidak menyakiti kakimu? Kau menyukainya dan membutuhkannya? Pekerjaanmu saat ini, benarkah panggilan dari hatimu dan kau menikmatinya? Atau setiap hari kau sesungguhnya tersiksa bukan main, seperti mayat hidup di tempat kerja, tapi “mau bagaimana lagi”?. Caramu bertutur kata,…

Read More