Esai

Kisah Cinta antara Marx dan Jenny von Westphalen (Bagian II)

Jenny von Westphalen lahir dan di besarkan di lingkungan keluarga aristokrat atau kaum bangsawan. Perempuan kelahiran 1814 ini, dikenal sebagai perempuan baik di kalangan kaum bangsawan. Sebagai perempuan bangsawan yang terpandang, Jenny diharapkan menikah dengan seorang laki-laki yang sederajat dengannya—sama-sama bangsawan. Namun, sebagai perempuan yang memiliki pemikiran cerdas dan revolusioner, dia tidak sudi terperangkap dalam sudut pandang kaum bangsawan. Bagi Jenny, kehormatan bagi seorang perempuan bukan diukur dari kebangsawanan dan bukan pula mengikuti pola hidup kaum bangsawan, melainkan keberanian membangun dan merealisasikan pemikiran kritis di ranah praksis. Dia memilih bersanding…

Read More
Esai

Kisah Cinta antara Marx dan Jenny von Westphalen (Bagian I)

Keluarga Marx dan Jenny bertempat tinggal di dalam satu wilayah yang sama. Oleh karena itu, kedua keluarga itu, tentu saja, saling bertetangga. Tidak hanya bertetangga, antara ayah Marx, Herschel dan ayah Jenny, Ludwid von Westphalen bersahabat. Kedua sahabat itu, selain sering saling mengunjungi, mereka juga sering terlibat dalam diskusi tentang berbagi ilmu pengetahuan, sastra, dan seni. Dua keluarga dan sahabat itu, tinggal di suatu daerah yang bernama Trier, Rhineland, Jerman. Sebelum Marx mengenal ilmu pengetahuan, filsafat, sastra, dan seni di lembaga pendidikan formal, dia telah mendapat pendidikan dari ayah kandungnya…

Read More
Resensi Buku

Menghancurkan Mitos bahwa Perempuan Inferior dan Laki-laki Superior

Judul        : Mitos Inferioritas PerempuanPenulis    : Evelyn ReedPenerbit  : Penerbit IndependenCetakan   : Pertama, Oktober 2019Tebal        : 140 halaman Guys, apakah kalian pernah mendengar perkataan seperti ini: Perempuan enggak perlu sekolah tinggi-tinggi. Nanti, kalau sudah menjadi istri, pekerjaan perempuan paling-paling hanya mengurus anak, memasak di dapur, dan melayani suami. Atau, seperti ini: Boss, kapan ente akan menikah dan punya istri? Kalau kita punya istri, enak, lo. Kita enggak perlu repot-repot pergi ke warung membeli makanan, dan enggak perlu repot-repot juga memasukan pakaian-pakaian kotor ke laundry (bisnis pencucian pakaian)…

Read More
Esai

Militerisme dan Kepentingan Kelas dalam Pendidikan Bela Negara di IPB

Ada Hantu di IPB, Hantu Militerisme! Pada tahun ajaran baru, Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan kegiatan Masa Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB). Kegiatan itu, diselenggarakan pada 3—9 Agustus 2019. Agenda utama dalam kegiatan itu, tidak hanya mengenalkan IPB kepada mahasiswa baru, tetapi juga, tujuan paling utama dari yang utama, menanamkan semangat bela negara. Materi penting bela negara yang diberikan kepada para mahasiswa tersebut terdiri dari empat materi. Materi pertama, Pendidikan Pancasila. Kedua, Bhineka Tunggal Ika. Ketiga, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keempat, Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45).[1] Hal yang cukup…

Read More
Esai

Memahami Moralitas Manusia Bersama Leon Trotsky

Moralitas selama ini, oleh kaum beragama, dianggap bersumber dari Tuhan, bukan dari hasil produksi hubungan antarmanusia, hubungan yang merefleksikan basis materil yang bernama kekuatan produksi. Dengan perkataan lain, moralitas hanya dianggap sebagai sesembahan umat manusia tanpa merefleksikannya dengan kondisi sosial. Karena moralitas dianggap berasal dari Tuhan, maka konsekuensinya adalah: moralitas yang digunakan oleh manusia untuk menilai baik dan buruknya suatu perilaku atau perbuatan disandarkan pada dalih “amanat” dari Tuhan. Pada saat gerombolan kaum beragama yang diperalat oleh kepentingan modal menyerang ruang-ruang demokrasi, mereka dengan entengnya berteriak, “Allahuakbar! Bubarkan, hancurkan, remukkan…

Read More
Esai

Hubungan Antara Membaca dan Menulis

Membaca dan menulis adalah dua kegiatan yang saling berkaitan antarsatu sama lain. Bahkan dengan tegas aku katakan, “Kedua kegiatan itu tidak dapat diceraiberaikan!” Kegiatan membaca adalah kegiatan menghimpun ilmu di dalam kepala. Dan, ketika ilmu sudah terhimpun, si pembaca akan memiliki kemampuan memunculkan ide. Nah, ide inilah yang kemudian diekspresikan dalam bentuk tulisan. Sedangkan tulisan dapat muncul, tentu saja, karena adanya kegiatan menulis. Menulis adalah kegiatan mempraktikan cinta. Hakikat cinta, dari sudut pandang Marxian, adalah kegiatan mencurahkan apa yang kita miliki kepada sesuatu atau orang yang kita cintai, sehingga dengan…

Read More
Esai

Marxisme dan Kerusakan Alam: Sanggahan Terhadap Teori Malthus

Kerusakan alam, menurut Malthus, disebabkan oleh terjadinya ledakan jumlah penduduk. Menurutnya, pertumbuhan penduduk bergerak secara geometrik (1, 4, 7, 12, 18, …), sedangkan pertumbuhan alam bergerak dalam deret ukur aritmatika (1, 2, 3 ,4 ,5, …). Pertumbuhan yang berbeda di antara keduanya menyebabkan terjadinya kerusakan alam. Manusia dari waktu ke waktu semakin membludak (tumbuh banyak secara kuantitatif) semakin ketat dan ganas pula dalam dalam persaingan memperebutkan dan mengeksploitasi sumber-sumber kehidupan yang disediakan oleh alam. Hal itu membuat alam dengan keterbatasannya untuk menyediakan kebutuhan manusia terus dikuras hingga tandas, sehingga dari…

Read More
Resensi Buku

Kesadaran & Perjuangan Kelas: Sanggahan Untuk Jun Bramantyo

Jun Bramantyo memberikan perspektif lain dalam menafsirkan ajaran Karl Marx di dalam buku yang ditulisnya, Mitos Merebut Negara: Gagasan Politik Anti-Politik & Senjakala Kesadaran Kelas. Tidak seperti kaum Marxis pada umumnya, yang meyakini bahwa kaum buruh adalah sebuah kelas. Menurut Jun, kaum buruh bukanlah sebuah kelas, mereka adalah sekumpulan individu yang tidak memiliki watak dasar bersatu. Selain itu, mereka juga selalu saling bersaing antarsesamanya. Menurut Jun, istilah kelas hanya dapat dikenakan kepada mereka yang terikat dengan properti atau alat produksi, sedangkan bagi mereka yang tidak terikat dengan properti, tidak dapat…

Read More
Esai

Aktivis dan Kedisiplinan Terhadap Waktu

Tugas mulia dari seorang intelektual progresif adalah menjadi aktivis. Mengapa begitu? dengan menjadi aktivis, seorang intelektual tidak saja, secara konkret, memposisikan diri sebagai penentang sistem yang menindas, tetapi dia, tentu saja, memposisikan diri pula sebagai intelektual yang berpihak kepada kepentingan kaum yang tertindas. Jika, kemuliaan diartikan dengan kehormatan, maka kaum intelektual yang turun bersama rakyat, melakukan perlawanan terhadap sistem yang menindas, adalah kaum yang terhormat. Menarik kiranya untuk memberikan catatan terhadap fenomena kemunculan kaum intelektual progresif, yang kemudian mengukuhkan diri menjadi aktivis. Catatan, yang akan mengingatkan orang pada genealogi dari…

Read More
Esai

Memahami Arti Cinta Bersama Erich Fromm

Erich Fromm, seorang psikoanalisis neo-Marxis dari mazhab frankfrut-Jerman, di dalam buku yang ditulisnya, “Escape From Freedom” (Lari dari Kebebasan), mengatakan kalau sebagian dari kita sesungguhnya tengah terperangkap dalam pasungan zaman modern. Tidak hanya itu saja, pengkritik Sigmund Freud dan perekonstruksi pemikiran Marx itu, mengatakan bahwa sebagian dari kita, dinilai secara eksistensialis, tengah tidak mampu menjawab problem keteralienasian ( keadaan terasing). Dia juga mengatakan, sebagian orang telah gagal mengatasi keterasingannya, hingga pada gilirannya dia lari dari kebebasan yang diberikan oleh alam kepadanya. Kebohongan, kemunafikan, dan segala bentuk kedurjanaan sebenarnya—mengutip apa yang…

Read More
× Ada yang bisa kami bantu?