Pengorganisasian Rakyat & Hal-Hal yang Belum Selesai

Rp65.000

Buku ini mengajak kita untuk mengambil jarak dan becermin tentang aktivisme, pandangan hitam putih atas mereka yang diorganisir, serta jargon-jargon heroik yang menggelintirkan. Bagi saya, apa yang dikerjakan ArkomJogja sejatinya adalah cikal bakal spirit feminisme. Spirit feminisme sesungguhnya adalah menyuarakan suara yang terbungkam; mengembalikan kuasa dan daya kepada mereka yang terpinggirkan dan tertindas; membuka sekat hitam-putih, teknis sosial, perempuan-laki-laki. Semua ini dilakukan dengan cara yang dialogis dan tanpa kekerasan.” (Intan Darmawati, Ahli Gender)

Deskripsi

“Buku ini sangat bermanfaat sebagai referensi terkini bagi pekerja sosial, terutama pegiat arsitek-perencana muda yang percaya pada proses menjadi fasilitator-organizer dengan cara belajar dan bekerja bersama komunitas. Pengalaman adalah guru terbaik; pengetahuan harus diuji bersama rakyat. Ketika dua hal itu dipercaya, di sanalah kita akan temukan jati diri, begitu pesan buku ini. Ibarat membangun Rumah Peradaban, Yuli dan kawan-kawan “arkomis” ini sedang merapikan fondasi karya pendahulunya dengan etos kerja kreatif-inovatif.” (M. Nawir, pengorganisir rakyat)

“Buku ini mengajak kita untuk mengambil jarak dan becermin tentang aktivisme, pandangan hitam putih atas mereka yang diorganisir, serta jargon-jargon heroik yang menggelintirkan. Bagi saya, apa yang dikerjakan ArkomJogja sejatinya adalah cikal bakal spirit feminisme. Spirit feminisme sesungguhnya adalah menyuarakan suara yang terbungkam; mengembalikan kuasa dan daya kepada mereka yang terpinggirkan dan tertindas; membuka sekat hitam-putih, teknis sosial, perempuan-laki-laki. Semua ini dilakukan dengan cara yang dialogis dan tanpa kekerasan.” (Intan Darmawati, Ahli Gender)

“ArkomJogja yang diawali oleh sekelompok kecil arsitek muda menapaki jalan takdirnya sebagai sesuatu yang sederhana dan biasa saja. Bekerja untuk dan bersama masyarakat—sesuatu yang sebenarnya sangat lumrah. Bahkan, ya, seharusnya begitu dalam kehidupan kolektif sebagai bagian dari bangsa dengan seabrek persoalan yang tumpeng tindih karena sedang menggapai impian besarnya: Indonesia yang lebih baik. Mereka tidak larut-ciut dalam tekanan besar persoalan kehidupan, tetapi sebaliknya, berani lantang menantang dan berpikir-berbuat dalam keberpihakan bersama masyarakat kecil yang sederhana, terpinggirkan, dan menderita. Tentu ini bukanlah jalan mudah dan mulus. Pengalaman yang tertuang dalam buku ini sungguh sangat bernilai dan inspiratif, juga perlu dikenalkan secara lebih luas.” (Eko Prawoto, Arsitek)

Penerbit : Insist Press
Penulis : Marsen Sinaga
Halaman : 176
Kertas : bookpaper
Dimensi : 14 x 21 Cm
Bahasa : Indonesia
Cover : Soft

Informasi Tambahan

Berat 0.3 kg
Dimensi 14 × 21 cm

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Pengorganisasian Rakyat & Hal-Hal yang Belum Selesai”

× Ada yang bisa kami bantu?