Indonesia dan Rivalitas China, Jepang, dan India
| Penulis | Poltak Partogi Nainggolan |
|---|---|
| Penerbit | Pustaka Obor |
| Jumlah Halaman | xvi+238 |
| Ukuran | 15.5×23 cm |
| Kertas | Bookpaper |
| Jenis Sampul | Softcover |
Rp95.000 Harga aslinya adalah: Rp95.000.Rp80.750Harga saat ini adalah: Rp80.750.
Stok 15
Deskripsi
Di tengah-tengah rivalitas kekuatan yang meningkat di antara major powers China, Jepang, dan India, untuk bisa menjadi salah satu kekuatan utama baru di kawasan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan Indonesia. Ia, pertama-tama, harus mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi rata-rata di atas 6-7 persen setahun untuk mengembangkan human capital agar dapat meraih bonus demografi dan memberi alokasi yang jauh lebih besar untuk anggaran belanja pertahanan atau kekuatan militernya. Kemudian, ia juga harus mampu mewujudkan konsolidasi demokratisnya, sehingga Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), yang menjadi musuh utamanya di dalam negeri, dapat dieliminasi secara efektif. Dengan demikian, segala sumber daya yang ada, alam dan manusia, dapat digunakan secara optimal untuk mencapai tujuan nasional―mendukung munculnya Indonesia sebagai kekuatan baru di kawasan.
Perubahan lingkungan strategis di kawasan yang dramatis di tengah-tengah keterbatasan kemampuan Indonesia dalam menyikapinya, tentu saja membutuhkan respons yang cerdas. Sebagai solusi alternatif, negeri ini perlu menilai kembali doktrin politik luar negeri bebas dan aktif yang telah digunakan sebagai landasan kebijakannya selama lebih dari 7 dasawarsa, sejak ia merdeka tahun 1945. Doktrin yang dibuat usai Perang Dunia (PD) II, dengan struktur atau konstelasi kekuatan global yang ditandai dengan munculnya dua negara adikuasa baru pemenang PD II, yakni AS dan Uni Soviet, yang tidak lama kemudian berubah dari sekutu menjadi seteru, setelah memasuki periode Perang Dingin, yang ditandai dengan kontestasi baru kekuatan.
Informasi Tambahan
| Berat | 0.4 kg |
|---|---|
| Dimensi | 15 × 23 cm |
Produk Terkait
-
Empat perubahan dalam kehidupan kami: Hindia hilang ? Indonesia datang
Rp250.000Harga aslinya adalah: Rp250.000.Rp212.500Harga saat ini adalah: Rp212.500. -
DPR dan Defisit Demokrasi
Rp350.000Harga aslinya adalah: Rp350.000.Rp297.500Harga saat ini adalah: Rp297.500. -
Dunia yang Hendak Kita Wujudkan: Tujuan-tujuan Revolusioner Abad XXI
Rp54.000Harga aslinya adalah: Rp54.000.Rp45.900Harga saat ini adalah: Rp45.900. -
Dari Sosiobiologi dan Relativisme
Rp71.000Harga aslinya adalah: Rp71.000.Rp60.350Harga saat ini adalah: Rp60.350. -
Asean, Quo Vadis? Perdagangan Bebas, Konflik Laut China Selatan, dan Konflik Domestik sebagai Batu Ujian
Rp150.000Harga aslinya adalah: Rp150.000.Rp127.500Harga saat ini adalah: Rp127.500.






