Sale!

Supersemar Palsu : Kesaksian tiga jendral

Rp48.000 Rp44.000

Naskah asli Supersemar masih menjadi misteri, tidak jelas siapa yang menyimpannya. Namun di masyarakat telah beredar berbagai informasi mengenai Surat Perintah yang membawa Soeharto naik ke kursi kekuasaan pemerintah selama 32 tahun. Buku ini mengungkap setidaknya ada tiga versi naskah asli Supersemar. Versi-versi yang berbeda tersebut justru dikeluarkan oleh institusi atau individu yang dianggap paling kompeten, yaitu setneg dan pelaku sejarah sendiri. Mengapa ada versi yang berbeda-beda? Dengan kata lain, mengapa harus ada “Supersemar Palsu”? Apakah ada bagian yang ditutup-tutupi?

1 in stock

Category: Tags: , ,

Description

Naskah asli Supersemar masih menjadi misteri, tidak jelas siapa yang menyimpannya. Namun di masyarakat telah beredar berbagai informasi mengenai Surat Perintah yang membawa Soeharto naik ke kursi kekuasaan pemerintah selama 32 tahun. Buku ini mengungkap setidaknya ada tiga versi naskah asli Supersemar. Versi-versi yang berbeda tersebut justru dikeluarkan oleh institusi atau individu yang dianggap paling kompeten, yaitu setneg dan pelaku sejarah sendiri. Mengapa ada versi yang berbeda-beda? Dengan kata lain, mengapa harus ada “Supersemar Palsu”? Apakah ada bagian yang ditutup-tutupi?

Menurut Taufik Abdullah, sejarawan LIPI, “Supersemar mungkin hilang karena kelalaian, tetapi mungkin juga karena disengaja.” Sementara itu Ben Anderson berpendapat, “Mereka lupa bahwa surat yang harus diteken Bung Karno itu diketik di atas kertas berkop Mabes A.D. Jadi, (supersemar) perlu dihilangkan bukan karena isinya, tapi karena letter head nya.” Namun, Brigjen M. Sabur, Komandan Resimen Cakrabirawa, yang berperan “menggiring” Bung Karno dari Jakarta ke Bogor pada 11 Maret 1966, pernah mengungkapkan, “itu semua hanya apus-apusan (akal-akalan).”
. . .
Nah, bagaimana pengakuan para pelaku sejarah seperti Brigjen. M. Yusuf, Brigjen. Amirmachmud, dan Letjen. Suharto sendiri? Apakah kesaksian mereka konsisten dengan pengakuan para pelaku sejarah yang lain? Seperti Brigjen Kemal Idris, Jenderal Nasution, serta orang-orang Bung Karno seperti Mangil, Kolonel Sumirat, dan Ali Ebram (yang mengaku mengetik naskah asli Supersemar)?
. . .
Kondisi: Ori Bersegel
Judul: Supersemar Palsu – Kesaksian tiga jendral
Penulis: A. Pambudi
Penerbit: Media Pressindo
Tebal: 320 hlm

Additional information

Weight 0.3 kg
Dimensions 19 x 14 cm

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Supersemar Palsu : Kesaksian tiga jendral”