Memutus Siklus Kekerasan

Rp30.000

Bisakah Indonesia hidup tanpa kekerasan? Bagi mereka yang awam, tentu saja jawabannya sangat tegas: bisa. Tetapi, bagi mereka yang mengkaji soal konflik, jawabannya ragu-ragu: antara bisa dan tidak bisa. Sebab, perjalanan bangsa Indonesia penuh konflik berdarah. Di tingkat nasional begitu banyak kasus berdarah yang tidak terurus tuntas.

Description

Bisakah Indonesia hidup tanpa kekerasan? Bagi mereka yang awam, tentu saja jawabannya sangat tegas: bisa. Tetapi, bagi mereka yang mengkaji soal konflik, jawabannya ragu-ragu: antara bisa dan tidak bisa. Sebab, perjalanan bangsa Indonesia penuh konflik berdarah. Di tingkat nasional begitu banyak kasus berdarah yang tidak terurus tuntas. Ditingkat daerah ada peristiwa Tanjung Priok, kasus Warsidi di Lampung, kasus Semanggi I dan II, tragedi Maluku, Poso, Kalimantan Barat, pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka, pemberontakan Organisasi Papua Merdeka. Ini memperlihatkan bahwa tanah Indonesia penuh dengan konflik berdarah antar golongan.

Karena itu, diperlukan berbagai pembelajaran agar bangsa Indonesia bisa melakukan reknsiliasi secepatnya. Dibutuhkan juga berbagai pembelajaran agar berbagai golongan di Indonesia segera melupakan kekerasan dan bersedia hidup berdampingan dengan damai bersama golongan lain. Dari kacamata ini, kehadiran buku ini sangat tepat. Buku ini, bahkan, sangat bermanfaat. Sebab, dari judulnya, sudah terungkap apa yang dikandung buku ini: cara-cara memutus mata rantai kekerasan. Sekalipun contoh-contoh kasus yang diceritakan buku ini menyangkut kejadian di luar Indonesia, cara-cara penyelesaiannya bisa ditiru oleh bangsa Indonesia. Lebih dari itu, buku ini juga menawarkan berbagai kebijakan untuk mencegah konflik.

Informasi Buku:

Penulis: Jenie Leatherman, William DeMars, Patrick D. Gaffney, Raimo Vayryne
ISBN: 979-420-544-3
Tebal: 320 Halaman

Additional information

Weight 0.35 kg
Dimensions 21 x 15 cm

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Memutus Siklus Kekerasan”