Sale!

Dalam Bayangan Bendera Merah – Anton Kurnia

Rp80.000 Rp68.000

Buku ini adalah bunga rampai tulisan-tulisan tematis saya yang menelaah beragam spektrum kebudayaan dalam arti luas. Ada beragam tanggapan yang saya terima. Beberapa diantaranya menyambut hangat, menyarankan agar dibukukan dan meminta saya menulis lebih banyak lagi. Ada juga yang menanggapinya dengan curiga.

1 in stock

Description

Buku ini adalah bunga rampai tulisan-tulisan tematis saya yang menelaah beragam spektrum kebudayaan dalam arti luas. Ada beragam tanggapan yang saya terima. Beberapa diantaranya menyambut hangat, menyarankan agar dibukukan dan meminta saya menulis lebih banyak lagi. Ada juga yang menanggapinya dengan curiga. Setelah saya menerbitkan rangkaian tulisan denga judul utama Dalam Bayang Bendera Merah yang membahas kaitan sastra dan politik serta pelarangan buku kiri, seorang redaktur Pikiran Rakyat yang meloloskan tulisan saya itu mengirim pesan kepada saya agar berhati-hati.

Tulisan-tulisan dalam buku ini dibagi dalam empat bagian menurut kecendrungan tema masing-masing. Bagian pertama memuat tulisan-tulisan yang berkaitan dengan khazanah literasi dalam arti luas. Bagian kedua, masih terkait dunia literasi, merupakan catatan musibah saya kesejumlah festival kepenulisan dan pecan raya buku dai dalm dan luar negeri. Bagian ketiga membahas sejumlah penulis dan musisi terkemuka yang menorehkan catatan emas dalam hidup mereka dan menyumabng andil dalam perkembangan kebudayaan. Bagian keempat sedikit banyak berkaitan dengan dunia film-satu cabang seni yang menarik minat saya sejak masa kecil.

Semoga karya sederhana ini bermakna bagi dunia literasi dan wacana kebudayaan kata secara luas, serta bagi usaha-usaha untuk mewujudkan sebuah dunia yang lebih baik.

Kondisi: bookpaper
Judul : Dalam Bayangan Bendera Merah
Penulis: Anton Kurnia
Penerbit: Basabasi
Tebal: 372 hlm

Additional information

Weight 0.35 kg
Dimensions 14 × 21 cm

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Dalam Bayangan Bendera Merah – Anton Kurnia”