Sale!

Bertahan Hidup di Pulau Buru

Rp85.000 Rp72.500

Keterbatasan tidak menjadi alasan untuk tidak berusaha. Bahkan dalam keterbatasan itulah segalanya menjadi catatan dalam tulisan ini yang telah berhasil mempertahankan nyawa dan kehidupan para tapol. Energi yang telah dicurahkan para tapol pengasingan Pulau Buru, bersama keringat dan darah yang terkucur membasahi tanah di sana, terkumpul menjadi kekuatan besar yang berdaya menggetarkan sirkulasi ekonomi, sosial budaya lokal, pemerintahan daerah, dan terbangunnya ibu kota kecamatan Namlea.

1 in stock

Description

Jatuh korban akibat kelaparan, lalu lemah akibat terserang penyakit yang bertubi-tubi. Kondisi ini menghancurkan tubuh, menekan secara batin. Kondisi mental setiap tapol semakin bertambah gamang antara menghadapi kekerasan, kebohongan, ketidakpastian, dan penipuan.

Keterbatasan tidak menjadi alasan untuk tidak berusaha. Bahkan dalam keterbatasan itulah segalanya menjadi catatan dalam tulisan ini yang telah berhasil mempertahankan nyawa dan kehidupan para tapol. Energi yang telah dicurahkan para tapol pengasingan Pulau Buru, bersama keringat dan darah yang terkucur membasahi tanah di sana, terkumpul menjadi kekuatan besar yang berdaya menggetarkan sirkulasi ekonomi, sosial budaya lokal, pemerintahan daerah, dan terbangunnya ibu kota kecamatan Namlea. Kota ini menggeliat bangun dan menjadi paling berpotensi di Maluku Tengah yang berkedudukan sebagai pendukung ibu kota provinsi, Ambon. Bertahan Hidup di Pulau Buru lengkap dengan 75 gambar sketsa dari penulisnya, Mars Noersmono. Inilah wajah kamp konsentrasi pembuangan tapol G30S Pulau Buru.

Kondisi: Ori Bersegel
Judul: Bertahan Hidup di Pulau Buru
penulis: Mars Noersmono
Penerbit: Ultimus
Tebal: 368 hlm

Additional information

Weight 0.5 kg
Dimensions 21 x 15 cm

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Bertahan Hidup di Pulau Buru”