Cerita Pendek

CERPEN: Perempuan Itu Bernama Arika

Malam ketika Arika membunuh Kopral Heri, lelaki yang selama berbulan-bulan menjadikannya simpanan, bayi mungilnya yang konon lahir dari seorang veteran tentara Prancis, menangis histeris menanti puting susu yang tak kunjung dikulumnya sejak sore. Disampingnya tergeletak tanpa nyawa Kopral Heri dengan pakaian tentara lengkap beserta pangkat serta wing bertaburan menghiasi kain seragam. Arika telah menjalani ini – perempuan penghibur – sejak perjumpaannya dengan Clement Mallouda setahun lampau dan kini memberinya seorang bocah laki-laki yang permunculannya lebih banyak Prancis daripada melayu bernama; Griezman. Hingga datang Kopral Heri sebagai lelaki simpanan penghabisan yang…

Read More
Esai

Membudayakan Membaca, Melawan Sesat Pikir

Berbicara tentang dunia pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kata literasi. Literasi dalam pengertian yang sederhana dapat diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis. Di Indonesia budaya membaca dan menulis masih sangatlah minim. Data UNESCO menunjukan bahwa minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001%. Artinya, dari 1000 orang Indonesia, hanya 1 orang yang memiliki minat membaca. Sedangkan Duta Baca Indonesia Najwa Shihab memaparkan bahwa rata-rata masyarakat Indonesia hanya membaca 1 buku per tahun dan itu pun belum tentu buku yang bermanfaat. Padahal pendidikan dan kemampuan literasi adalah hal yang begitu penting dalam perkembangan…

Read More
Resensi Buku

Membayangkan Kehidupan Tanpa Negara

Apakah “negara” itu?  Mungkin kawan-kawan mengartikan negara adalah sekelompok rakyat yang ingin bersatu untuk mencapai suatu kedamaian, keadilan dan kemakmuran. Negara juga seringkali dimaknai sebagai tempat untuk berlindung dan menjamin hak-hak keamanan bagi kehidupan masyarakat sekitar. Sementara perspektif lain melihat negara sebagai wadah dimana berbagai peraturan dibuat untuk ditaati, ada piranti hukum untuk memberi sanksi bagi yang tidak menaatinya, sekaligus sebagai piranti untuk melakukan eksploitasi terhadap kelas bawah. Salah satu filsuf abad 19, pionir gerakan buruh internasional dan intelektual progresif yaitu Karl Marx, mengartikan negara sebagai alat kelas berkuasa untuk…

Read More
Esai

Berhentilah Berbicara Tentang Kudeta

Ini benar-benar sangat sederhana: Amerika Serikat (AS) sama sekali tidak memiliki hak untuk ikut campur dalam urusan Venezuela, dengan cara, wujud, atau bentuk apa pun. Tanda dari era Donald Trump (Presiden AS) adalah pelukan terbuka terhadap gagasan dan praktik yang telah lama menjadi marwah politik AS, setidaknya dalam beberapa dekade terakhir mereka sering menolaknya atau didiskusikan dengan berbisik-bisik dan sedikit malu-malu. Begitu pula dengan supremasi kulit putih, kebrutalan polisi, dan sekarang, kudeta militer di Amerika Latin. Venezuela adalah target utama dari pendiskusian perubahan rezim saat ini. Tidak seperti dukungan di…

Read More
× Ada yang bisa kami bantu?