Resensi Buku

Samora Machel, Seorang Revolusioner dari Afrika

Mungkin kawan-kawan tak asing lagi mendengar Sosialisme? Ya sosialisme yang sering dibahas di buku-buku sejarah dan di pojok-pojok ruang perkuliahan. Sosialisme mulai mengemuka sejak abad 19, sebagai sebuah ideologi yang bergagasan bahwa semua alat kepemilikan dikuasai bersama oleh rakyat. Tak diperkenankan dimiliki individu per individu (sama rata sama rasa). Kekayaan diatur secara bersama, tidak ada lagi monopoli, eksploitasi kelas atau contoh sederhananya dilarang sesama teman berkompetisi untuk menang sendiri, semua dikuasai dan dinikmati bersama. Ketika Revolusi Prancis, liberty (kebebasan),egality (kesetaraan) dan fraterity (persaudaraaan) adalah perjuangan semua kelompok baik proletar dan borjuis untuk menjungkalkan feodalisme. Tetapi setelah kekuasaan diambil alih oleh kelompok borjuis, rakyat proletar hanya mendapatkan kebebasan tetapi tidak mendapatkan keseteraaan. Kondisi itu telah menciptakan ketidakadilan baru di bawah kekuasaan borjuasi atau disebut kapitalisme.

Lalu ada statment muncul, enak ya jika tidak ada yang kaya dan yang miskin, terus bagaimana langkah mencapai kondisi itu? Pada konteks itu maka pemikiran Karl Marx menjadi relevan. Sosok yang tak asing lagi bagi intelektual progresif, seorang yang diidentikan dengan komunisme. Cara perjuangan untuk mencapai emansimasi itu adalah orang-orang miskin, kaum proletar, para tani yang miskin, berjuang merebut hak-hak mereka yang selama ini dirampas oleh orang kaya atau kelas borjuis. Mereka berjuang untuk mencapai Revolusi, mendistribusikan kekayaan orang kaya untuk kemaslahatan bersama. Kondisi itu bisa tercapai, ketika ada partai politik sebagai alat untuk mencapai revolusi, dan kaum proletariat mendirikan Partai Komunis sebagai gerbong perjuangan mereka.

Samora Machel dan Perjuangan Pembebasan

Kali ini saya akan imengulas sosok yang mungkin masih asing buat kita. Dia adalah Samora Machel, pemimpin revolusioner sosialisme, pelopor besar revolusi rakyat Mozambik dan presiden Mozambik 1975-1986. Dia menulis sebuah karya penting untuk perjuangan rakyat yang berjudul “Membangun Kekuatan Rakyat” (2018).

Jika di Indonesia ada pemimpin revolusi sekaligus prokalamator kemerdekaan yaitu Sukarno dengan prinsip anti-imperialisme, menentang kapitalisme dan termasuk neo-kolonialisme, maka di Afrika ada Samora Machel. Machel sering dianalogikan seperti Sukarno, dia adalah otak besar revolusi rakyat di benua Afrika.

Ketika melawan pemerintah imperialis kolonial Salazar -Caetano yang bertindak semena-mena terhadap rakyat kecil, Machel ingin merealisasikan kekuatan untuk menyingkirkan kolonialisme imperialis. Caranya, adalah dengan membangun kekuatan rakyat atau kekuasaan rakyat.

Sebagai seorang yang peduli terhadap kemanusiaan dan berideologi sosialis dalam tradisi Marxisme-Leninisme, dia berjuang demi kemerdekaan bangsa Mozambik dari bengisnya kolonialisme Portugal.

Sebagai seorang yang peduli terhadap kemanusiaan dan berideologi sosialis dalam tradisi Marxisme-Leninisme, dia berjuang demi kemerdekaan bangsa Mozambik dari bengisnya kolonialisme Portugal. Kolonialisme itu terjadi sejak Vasco Da Gama penjelajah berkebangsaan Portugal tiba di Mozambik pada tahun tahun 1498 , wilayah ini menjadi jajahan bangsa kolonial Portugal dan Mozambik mendapatkan kemerdekaannya tahun 1975.

Berbicara kemerdekaan jika belum merdeka berarti tidak menang. Kemenangan merupakan cara membebaskan diri dari belenggu ketidakadilan. Untuk mencapai kemenangan itu ada berbagai strategi, salah satunya dengan perjuangan bersenjata untuk mencapai revolusi. Untuk memenangkan kemerdekaan adalah tindakan totalitas. Itu yang akan menghasilkan sebuah kualitas ataupun hasil kemerdekaan.

Penegakkan kekuasaan rakyat menurut Machel adalah penghancuran kekuatan kaum penindas yang dilakukan oleh mereka yang tertindas. Oleh karena itu kenapa Negara imperialis hidup sejahtera dan makmur? sebab mereka melakukan eksploitasi terhadap bangsa lain untuk membangun negaranya sendiri.

Anggapan bahwa bangsa kulit putih selalu menindas dan berkuasa atas bangsa kulit hitam juga ditentang oleh Samora Machel. Menurutnya esensi perjuangan tidak merupakan perlawanan bangsa kulit hitam melawan terhadap bangsa kulit putih.

Rezim-rezim yang otoriter selalu mempertahankan kekuasaannya, dengan embel-embel untuk menjamin serta memperbaiki kehidupan rakyat, pajak yang kita bayarkan dipakai untuk membayar gaji pegawai otoritas yang sewenang-wenang menindas kita. Kita dan para buruh membayar segala sesuatu, tetapi yang dilayani dan dipatuhi adalah kaum penghisap. Realitasnya itu adalah realitas dimana keadilan belum benar-benar ditegakan.

Anggapan bahwa bangsa kulit putih selalu menindas dan berkuasa atas bangsa kulit hitam juga ditentang oleh Samora Machel. Menurutnya esensi perjuangan tidak merupakan perlawanan bangsa kulit hitam melawan terhadap bangsa kulit putih. Namun perlawanan terhadap struktur yang menindas dan sewenang-wenang. Begitu dengan kehidupan sekarang yang melahirkan yang menciptakan politik tersistemik, yang dianalogikan sebagai robot yang diciptakan lalu mematuhi segala peraturan yang terstruktur yang dibuat oleh majikannya. Jika tidak dipatuhi segala perintah majikannya, maka robot tersebut bisa saja akan dihancurkan oleh majikannya.

Kita patut berterima kasih kepada penerbit Tanah Merah PRESS yang sudah menerbitkan ulang buku Samora Machel  berjudulkan Membangun kekuatan Rakyat.  Buku ini sangat penting untuk mengetahui, belajar dan melakukan perjuangan mencapai keadilan. Akhir kata Perjuangan akan berlanjut! Revolusi akan menang! Sosialisme akan menang!

 

DAFTAR PUSTAKA

Machel, Samora. 2018. Membangun Kekuatan Rakyat. Yogyakarta:Tanah Merah Press.

Santoso, Sayid Nur. 2015. Sejarah Ideologi Dunia. Yogyakarta :Lentera Kreasindo

The Famous People. 2017. Samora Machel Bigraphy. Sumber: https://www.thefamouspeople.com/profiles/samora-machel-5797.php diakses pada 01 Desember 2018.

___________________________________

Review ini sebelumnya di muat di  akun Kompasiana dari Thomas Samoth
Dimuat ulang untuk tujuan penyebaran gagasan.

Related posts

Leave a Comment